My Ssec Capstone Project USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM RELASI KEARIFAN LOKAL

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM RELASI KEARIFAN LOKAL

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM RELASI KEARIFAN LOKAL (JAVANESE WISDOM) TERHADAP PEMILUKADA YANG DAMAI DI YOGYAKARTA BIDANG KEGIATAN PKM-P Diusulkan oleh Ketua Kelompok Said Hamzali (20100520140/Tahun angkatan 2010) Anggota kelompok Hidayat Arif Subakti (20100520120/Tahun angkatan 2010) Sugiyanto (20100520133/Tahun angkatan 2010) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA YOGYAKARTA 2011 HALAMAN PENGESAHAN USULAN PORGRAM KREATIVITAS MAHASISWA Yogyakarta Alamat Rumah dan No Tel./HP Desa Sakra Selatan Masjid Kec. Sakra Kab. Lombok Timur Email [email protected] Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis 2 orang Dosen Pendamping Nama Lengkap dan Gelar Awang Darumurti, SIP,. M.Si NIK 163084 Alamat Rumah dan No Tel./HP Dukuh Mj I/1180 Yogyakarta 55142 dan 081804071444 Biaya Kegiatan Total Dikti Rp. 5.050.000,00 Sumber lain Rp.- Jangka Waktu Pelaksanaan 4 bulan Yogyakarta, 26 September 2011 Menyetujui Wakil/Pembantu Dekan atau Ketua Pelaksana Kegiatan Ketua Jurusan/Departemen/Program Studi/ Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa (__________________________) (Hidayat Arif Subakti) NIK. NIM. 20100520120 Pembantu atau Wakil Rektor Bidang Dosen Pendamping (__________________________) (Awang Darumurti, S.IP, M.SI) NIK. NIK.163084 JUDUL PROGRAM Relasi Kearifan Lokal (Javanese Wisdom) Terhadap Pemilukada yang Damai di Yogyakarta. LATAR BELAKANG MASALAH Sejak runtuhnya massa orde baru pememerintah Indonesia dituntut untuk menjunjung tinggi nilai demokrasi disegala bidang sebagai langkah utama menuju reformasi. Demokrasi diharapkan mampu menjadi jalan menuju kehidupan politik yang lebih baik di Indonesia. Setelah munculnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang di dalamnya mengatur tentang mekanisme pergantian kepemimpinan di daerah, yaitu Pemilihan Kepala Daerah secara langsung (pasal 24 ayat 5) diharapkan pemilu sebagai bentuk wujud demokrasi dapat berjalan lebih baik. Akhir-akhir ini pemilu menjadi ajang kompetisi bagi para calon kepala daerah yang umunya berasal dari berbagai partai politik. Hal ini tidak menutup kemungkinan menjadi pemicu terjadinya persaingan yang tidak sehat hingga akhirnya menjadi sumber permasalahan atau konflik yang melibatkan berbagai kalangan baik masyarakat atau pun anggota partai politik. Sebagai contoh kasus di daerah Papua terjadi kerusuhan dalam proses Pemilukada yang di beritakan di BBC Indonesia di tulis pada 31 Juli 2011 bahwa ada Tujuh belas orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam bentrok antar-pendukung calon bupati di Pemilukada kabupaten Puncak, provinsi Papua, hari Minggu (31/7). Hal seperti ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah agar tidak terjadi peristiwa serupa. Seperti yang kita ketahui bahwa pelaksanaan Pemilukada di Yogyakarta selalu berjalan lancar dan damai ini bisa dijadikan pembelajaran untuk daerah-daerah lain kedepannya dalam melaksanakan Pemilukada. Secara nyata Yogyakarta memang dikenal sebagai kota yang aman, damai, tentram dan seolah tanpa gejolak, meskipun orang dari seluruh nusantara bahkan mancanegara dengan berbagai karakter dan latar belakang hidup bersama di sini. Perbedaan warna kulit, suku, agama, dan bahasa tidak menimbulkan gejolak sosial yang berarti. Riak-riak kecil pun hanya sesekali muncul dan itupun dapat segera diatasi dalam tempo yang relatif singkat. Masyarakat Kota Yogyakarta yang memiliki karakter sangat beragam dengan segala keunikannya tentu memerlukan model pengelolaan yang berbeda dalam menangani potensi konflik yang ada. Dalam hal ini, budaya memegang peranan penting. Di kota ini, seni budaya yang berkembang di masyarakat memang bersumber dari kraton. Tidak sulit bagi kita untuk menonton seni budaya dari daerah lain dalam pentas yang diadakan di Yogyakarta. Budaya dari luar daerah dapat hidup berdampingan dan berkembang di Yogyakarta. Inilah salah satu bentuk kearifan lokal yang dimiliki Yogyakarta (Hilmi Arifin 2007) . Disamping keunikannya, kota Yogyakarta memiliki kedamaian yng berbeda dengan daerah-daerah lainnya bahkan dalam pelaksanaan pemilu sekalipun. Meski banyak terdapat banyak perbedaan, pemilu di Yogyakarta dapat berlangsung damai tanpa adanya konflik. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan. PERUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas maka dapat diambil permasalahan yaitu Bagaimana pengaruh relasi kearifan lokal (javanese wisdom) terhadap Pemilukada damai di Yogyakarta TUJUAN PROGRAM Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini diantaranya adalah Tujuan Umum Mengetahui apa pengaruh kearifan lokal (javanese wisdom) terhadap Pemilukada yang damai di Yogyakarta. Tujuan Khusus Mengetahui pengaruh kearifan lokal di Yogyakarta dengan pemilihan kepala daerah yang damai. LUARAN YANG DIHARAPKAN Dari penelitian ini diharapkan dapat mengetahui strategi untuk mengatasi konflik Pemilukada dengan menggunakan kearifan lokal. F. KEGUNAAN PROGRAM Program penelitian ini memiliki beberapa kegunaan, antara lain Menjadikan kearifan lokal masyarakat kota Yogyakarta sebagai pembelajaran dalam pelaksanaan pemilu di daerah lain. Sebagai alternatif referensi dalam penyelesaian konflik yang muncul pada pemilu daerah. Mampu mendukung terlaksananya demokrasi sebagaimana yang diharapkan. G.TINJAUAN PUSTAKA Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Menurut Daftar singkatan dan akronim pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) lampiran IV pemilukada adalah kependekan dari pemilihan kepala daerah. Sebagai arena pembelajaran demokrasi, Pemilukada langsung diharapkan akan membawa banyak manfaat bagi perkembangan demokrasi, tatanan pemerintahan daerah, dan kinerja lembaga-lembaga politik yang ada di daerah. Ada tiga tujuan mendasar mengapa pemilukada diselenggarakan secara langsung. Tujuan tersebut, yaitu sebagai berikut. Untuk membangun demokrasi tingkat lokal. Melalui pemilukada secara langsung diharapkan aspirasi dan kesejahteraan rakyat langsung tertangani oleh kepala daerah terpilih. Untuk menata dan mengelola pemerintahan daerah (local democratic governance), semakin baik dan sejalan dengan aspirasi serta kepentingan rakyat. Untuk mendorong bekerjanya lembaga-lembaga politik lokal. Melalui pemilukada secara langsung diharapkan lembaga-lembaga politik lokal dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan harapan rakyat. Dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, diatur mengenai persyaratan calon dan tahapan Pemilukada. Adapun tahapan Pemilukada di antaranya meliputi pendataan peserta pemilih, penetapan bakal calon, proses pemilihan hingga penetapan hasil Pemilukada Semua tahapan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sebagai pelaksana Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) di setiap daerah yang ada di Indonesia. Adapun persyaratan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang sesuai dengan Pasal 58 UU No. 32 Tahun 2004, di antaranya sebagai berikut. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setia kepada Pancasila, UUD 1945, cita-citanProklamasi 17 Agustus 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan sekurang-kurangnya SLTA atau sederajat. Usia sekurang-kurangnya 30 tahun. Sehat jasmani dan rohani. Tidak pernah dijatuhi hukuman pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan dengan kekuatan hukum tetap karena tindak pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun atau lebih. Beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum pemilukada yaitu sebagai berikut. Masa persiapan yang meliputi pemberitahuan DPRD kepada kepala daerah mengenai masa berakhirnya masa jabatan kepala daerah. Tahap perencanaan penyelenggaraan, pembentukan panitia pengawas (Panwas), Panitia Pemilu Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Ketua Panitia Pemilihan Sementara (KPPS), pemberitahuan dan pendaftaran pemantau KPUD. Tahap pengumuman yang dilakukan empat bulan sebelum pencoblosan, selain itu juga dilakukan pendaftaran calon, pemeriksaan calon, penetapan pasangan calon dan penetapan nomor urut calon yang dilakukan dengan undian. Lalu satu bulan sebelum hari pencoblosan, dimulai masa kampanye yang berlangsung selama 14 hari. Dilanjutkan dengan masa tenang serta pencoblosan suara. Kemudian dilanjutkan penghitungan suara secara berjenjang dari tingkat TPS sampai dengan penetapan hasil Pemilukada pada tingkat daerah penyelenggaraan Pemilukada (KPUD). Di tingkat provinsi, Pemilukada dilaksanakan untuk memilih gubernur dan wakil gubernur dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat di provinsi setempat. Adapun di tingkat kota dan kabupaten, Pemilukada dilaksanakan untuk memilih walikota dan bupati beserta wakilnya dalam satu paket pasangan. Mereka memiliki tugas dan kewenangan dalam memimpin penyelenggaraan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama dengan DPRD 2. Manajemen konflik Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan (interests) dan interpretasi. Menurut Ross (1993) bahwa manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif. Fisher dkk (20017) menggunakan istilah transformasi konflik secara lebih umum dalam menggambarkan situasi secara keseluruhan. Pencegahan Konflik, bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik yang keras. Penyelesaian Konflik, bertujuan untuk mengakhiri perilaku kekerasan melalui persetujuan damai. Pengelolaan Konflik, bertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong perubahan perilaku positif bagi pihak-pihak yang terlibat. Resolusi Konflik, menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru dan yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang bermusuhan. Transformasi Konflik, mengatasi sumber-sumber konflik sosial dan politik yang lebih luas dan berusaha mengubah kekuatan negatif dari peperangan menjadi kekuatan sosial dan politik yang positif. Teori-teori Konflik Teori-teori utama mengenai sebab-sebab konflik adalah Teori hubungan masyarakat Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan di antara kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat. Sasaran meningkatkan komunikasi dan saling pengertian antara kelompok yang mengalami konflik, serta mengusahakan toleransi dan agar masyarakat lebih bisa saling menerima keragaman yang ada didalamnya. Teori kebutuhan manusia Menganggap bahwa konflik yang berakar disebabkan oleh kebutuhan dasar manusia (fisik, mental dan sosial) yang tidak terpenuhi atau dihalangi. Hal yang sering menjadi inti pembicaraan adalah keamanan, identitas, pengakuan, partisipasi, dan otonomi. Sasaran mengidentifikasi dan mengupayakan bersama kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi, serta menghasilkan pilihan-pilihan untuk memenuhi kebutuhan itu. Teori negosiasi prinsip Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh posisi-posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak-pihak yang mengalami konflik. Sasaran membantu pihak yang berkonflik untuk memisahkan perasaan pribadi dengan berbagai masalah dan isu dan memampukan mereka untuk melakukan negosiasi berdasarkan kepentingan mereka daripada posisi tertentu yang sudah tetap. Kemudian melancarkan proses kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak atau semua pihak. Teori identitas Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh identitas yang terancam, yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan di masa lalu yang tidak diselesaikan. Sasaran melalui fasilitas lokakarya dan dialog antara pihak-pihak yang mengalami konflik, sehingga dapat mengidentifikasi ancaman dan ketakutan di antara pihak tersebut dan membangun empati dan rekonsiliasi di antara mereka. Teori kesalahpahaman antarbudaya Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh ketidakcocokan dalam cara-cara komunikasi di antara berbagai budaya yang berbeda. Sasaran menambah pengetahuan kepada pihak yang berkonflik mengenai budaya pihak lain, mengurangi streotip negatif yang mereka miliki tentang pihak lain, meningkatkan keefektifan komunikasi antarbudaya. Teori transformasi konflik Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh masalah-masalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosial, budaya dan ekonomi. Sasaran mengubah struktur dan kerangka kerja yang menyebabkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan termasuk kesenjangan ekonomi, meningkatkan jalinan hubungan dan sikap jangka panjang di antar pihak yang berkonflik, mengembangkan proses dan sistem untuk mempromosikan pemberdayaan, keadilan, perdamaian, pengampunan, rekonsiliasi, pengakuan. H. METODE PENELITIAN a. Pendekatan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengaruh kearifan lokal terhadap Pemilukada sehingga dapat diperoleh sebuah kesimpulan yang dapat digunakan sebagai strategi untuk mengatasi konflik Pemilukada dengan menggunakan kearifan lokal dalam proses Pemilukada yang menjadi panutan untuk pelaksanaan Pemilukada di daerah-daerah lain. Teknik pengumpulan data Data penelitian didapat dari sumber utama yaitu masyarakat di 2 Kecamatan yaitu kecamatan Kraton dan kecamatan Tegalrejo yang menjadi sampel penelitian melalui metode wawancara dan FGD untuk memperoleh kejelasan mengenai pengaruh kearifan lokal terhadap Pemilukada di Yogyakarta. Data hasil penelitian tersebut kemudian dikorelasikan dengan teori-teori manajemen konflik dan teori-teori tentang Pemilukada yang diperoleh dari buku, narasumber, ataupun literatur lainnya. Data sekunder diperoleh dari kajian dokumentasi baik dari ekspose media massa yang terkait dengan strategi untuk mengatasi konflik Pemilukada dengan menggunakan kearifan lokal. Teknis analisis data Dalam penelitian kualitatif, obyektivikasi data akan didapatkan dengan memberikan kesempatan yang luas kepada obyek untuk bertutur tentang sesuatu. Artinya peneliti tidak memiliki otoritas untuk melakukan treatment, baik mengarahkan agar responden memilih jawaban tertentu ataupun menginterpretasikan makna keluar dari obyek yang diteliti. Pekerjaan analisis lebih pada upaya mengorganisasikan temuan, dan kemudian mengkonstruksikan temuan tersebut dalam bingkai obyek yang diteliti. Dari analisis ini kemudian akan diperoleh kesimpulan makna yang ramah dengan obyek penelitian, dan bermanfaat bagi pembuatan rekomendasi penelitian yang bisa diterapkan di lapangan. Ini juga mendukung metode penelitian yang beruapaya melibatkan masyarakat secara aktif, menempatkan rakyat/responden sebagai sumber informasi utama dengan tanpa intervensi dari peneliti. Populasi dan sampel Populasi penelitian adalah rakyat di seluruh Indonesia yang diwakili oleh rakyat Yogyakarta yang berada di Kecamatan Kraton dan Kecamatan Tegalrejo sampel dilakukan melalui purposive sampling, yang dimaksudkan guna mengetahui peran kearifan lokal yang berpengaruh di daerah tersebut sehingga tecapai pemilukada yang damai. Dengan data tersebut bisa mengetahui strategi untuk mengatasi konflik Pemilukada dengan menggunakan kearifan lokal. Lokasi penelitian Penelitian dilakukan di 2 Kecamatan di Yogyakarta dengan mengambil sampel Kecamatan Kraton dan Kraton Tegalrejo. Alasan kami memilih Kecamatan Kraton karena mempunyai kearifan lokal yang masih kental misalnya adanya sebuah tradisi yang rutin yang digelas setiap tahunnya yaitu Mbisu Mubeng Beteng dimana Tepat tengah malam 1 Sura, seluruh peserta melintasi empat sudut istimewa, yaitu pojok beteng yang mengelilingi keraton. Empat beteng itulah yang kini menjadi batas wilayah Kecamatan Keraton, Yogyakarta. Dengan adanya tradisi-tradisi tersebut masyarakat menjadi lebih menyatu satu sama lain (terintegrasi) dan lebih rukun. Sementara Kecamatan Tegalrejo dimana masyarakat mempunyai karakter yang lebih keras di banding masyarakat Kraton tetapi dalam penyelenggaraan pemilu mereka tetap terlaksana dengan aman dan damai. Rancangan penelitian Tahap penelitian dilakukan dengan mengikuti rancangan sebagai berikut Mengidentifikasi daerah yang kearifann lokalnya masih berperan dalam melaksanakan kegiatan Pemilukada.(a) identifikasi daerah yang damai dalam penyelenggaraan Pemilukada (b) mengumpulkan bahan-bahan data sekunder (terutama dari media) tentang Pemilukada yang damai yang akan dianalisis (c) mendokumentasikan untuk bahan penyusunan strategi untuk mewujudkan Pemilukada yang damai dengan kearifan lokal. Mengidentifikasi karakter dan potensi masyarakat di 2 Kecamatan (a) menentukan subyek penelitian (b) menyusun panduan dan pedoman wawancara dalam proses story telling (c) melakukan wawancara secara mendalam terhadap masyarakat di 2 kecamatan. Menganalisa data yang didapatkan serta membuat laporan hasil penelitian. I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM Tabel 1. Program kegiatan No.Rincian Kegiatan ProgramPelaksanaan Bulan Ke-12341Persiapan pelaksanaan program2Pengumpulan data3Menganalisis dan pembuatan laporan J. RANCANGAN BIAYA Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui apa pengaruh kearifan lokal (javanese wisdom) terhadap Pemilukada di Yogyakarta ini diperkirakan akan menghabiskan dana sebanyak Rp.5.050.000,00 penggunaan dana penelitian tersebut secara rinci dapat dilihat dalam tabel berikut. Rekapitulasi Biaya Tabel. 2 Rekapitulasi Biaya NoKegiatanJumlah Biaya1. 2. 3. 4. 5. 6.Anggaran komponen peralatan Kelengkapan biaya untuk referensi Transportasi Loka karya Anggran komponen laporan Lain-lainRp. 1.350.000,00 Rp. 550.000,00 Rp. 850.000,00 Rp. 1.000.000,00 Rp. 700.000,00 Rp. 650.000,00Jumlah TotalRp. 5.050.000,00 2. Rincian Pengeluaran a. Anggaran komponen peralatan Kertas HVS (2 rim) @Rp. 25.000,00 Rp. 150.000,00 Alat tulis (notes, ballpaint, pensil, metaplan, kertas manila) Rp. 150.000,00 Cartrigde Tinta Printer Hitam (1 tube) @Rp. 200.000,00 Rp. 200.000,00 Cartrigde Tinta Printer Colour (1 unit) @Rp. 250.000,00 Rp. 250.000,00 Flash disk 4 G (3 buah) @Rp. 150.000,00 Rp. 450.000,00 CD Blank (1 pak) @Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00 Spidol white board (1dos) @Rp. 50.000 Rp. 50.000,00 Rp. 1.350.000,00 Kelengkapan biaya untuk literatur – Foto copy buku Rp. 100.000,00 – Sewa buku Rp. 100.000,00 – Beli buku Rp. 250.000,00 – Penggunaan internet Rp. 100.000,00 Rp. 550.000,00 Transportasi Pencarian data Rp. 500.000,00 Perjalanan mencari referensi Rp. 150.000,00 Perjalanan konsultasi pada pembimbing (5 kali) @Rp 10.000,00 Rp. 50.000,00 Perjalanan beli alat Rp. 150.000,00 Rp. 850.000,00 Loka karya (FGD) Foto copy materi (40 orang) Rp. 200.000,00 Konsumsi (40 orang) @Rp. 10.000,00 Rp. 400. 000,00 Transport (40 orang) @Rp. 10.000,00 Rp. 400. 000,00 Rp. 1.000.000,00 Anggaran komponen laporan Penulisan draft laporan (1 laporan) Rp. 200.000,00 Penggandaan draft laporan (10 ex) @Rp. 20.000,00 Rp. 200.000,00 Revisi laporan (1 laporan) @Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00 Foto copy dan penjilidan (2 laporan) @50.000 Rp. 100.000,00 Analisis data Rp. 100.000,00 Rp. 700.000,00 Lain-lain Perekam suara (1 buah) Rp. 350.000,00 Kaset (5 buah) @Rp.20.000,00 Rp. 100.000,00 Dokumentasi Rp. 200.000,00 Rp.650.000,00 DAFTAR PUSTAKA Gaffar, Afan.1999.Politik Indonesia Transisi Menuju Demokrasi.Yogyakarta PustakaPelajar Nasikun.2007. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta Rajawali Pers. Rahman, A .2007. Sistem Politik Indonesia. Jakarta Graha Ilmu HYPERLINK http//cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/22/13345684/membudayakan.kearifan.lokal http//cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/22/13345684/membudayakan.kearifan.lokal di akses pada tanggal 30 September 2011 jam 18.06 WIB http//hilmiarifin.blogspot.com/in Opini/Toleransi Model Yogyakarta Arifin, Hilmi. December 3, 2007.Toleransi Model Yogyakarta.in Opini di akses di http/hilmiarifin.blogspot.com HYPERLINK http//melintasbatas.blogspot.com/2010/10/keberagaman-beragama-di-mata-sumpah.html http//melintasbatas.blogspot.com/2010/10/keberagaman-beragama-di-mata-sumpah.html diakses pada tanggal 30 September 2011 jam 19.10 WIB HYPERLINK http//tugino230171.wordpress.com/2011/05/09/proses-pemilu-dan-pilkada/ http//tugino230171.wordpress.com/2011/05/09/proses-pemilu-dan-pemilukada/ diakses pada tanggal 30 September 2011 jam 17.33 WIB http//www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2011/07/110731_pemilukada_papua.html http//www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2011/07/110731_pemilukada_papua.html HYPERLINK http//www.bphn.go.id/data/documents/05ppu003.DOC www.bphn.go.id/data/documents/05ppu003.DOC di akses pada tanggal 30 September 2011 jam 17.21 WIB L. LAMPIRAN BIODATA KETUA serta ANGGOTA KELOMPOK Ketua Pelaksana Kegiatan Nama Hidayat Arif Subakti NIM 20100520133 TTL Sakra, 03 Mei 1992 Alamat Desa Sakra Selatan Masjid Kec. Sakra Kab. Lombok Timur Fakultas/ Jurusan ISIPOL/ Ilmu Pemerintahan S1 Semester III (tiga) Waktu untuk Kegiatan PKM 3 jam / minggu No. Telepon/HP 081997889100 Anggota Pelaksana Anggota 1 Nama Said Hamzali NIM 20100520140 TTL Rikit Gaib, 12 Januari 1990 Alamat Desa Suri Musara Kec. Pantan Cuaca Kab. Gayo Lues Fakultas/ Jurusan ISIPOL/ Ilmu Pemerintahan S1 Semester III (tiga) Waktu untuk Kegiatan PKM 3 jam / minggu No. Telepon/HP 085295655752 Anggota 2 Nama Sugiyanto NIM 20100520133 TTL Kebumen, 13 Januari 1992 Alamat Rowo RT/RW 02/01 Mirit Kab. Kebumen Fakultas/ Jurusan ISIPOL/ Ilmu Pemerintahan S1 Semester III (tiga) Waktu untuk Kegiatan PKM 3 jam / minggu No. Telepon/HP 087837836111 NAMA DAN BIODATA DOSEN PENDAMPING Nama AWANG DARUMURTI, SIP, M.Si NIK 163084 Jabatan Fungsional Asisten Ahli Jabatan Struktural Koordinator IGOV Fakultas/Jurusan ISIPOL/Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta PAGE MERGEFORMAT ii PAGE MERGEFORMAT 15 dRLzsvX C31Sxnme /..((Sm8E0njiOJ
rJq3Q8bmJFcvuvvR_ Fd8(, [email protected] [email protected] Q,[email protected])-t
c2Qbsp_uIyU k([email protected]
IPaW 2w) [email protected]/g7
WS.9vD/5p,DAlvXMUa RfaUz,sK73-HzwCFewM)UJG
q-1rdIk_WJbop5-2IA,T7n5kTTuS,kiOH8atrglNbk_cMNUb8i,wVup/ih4U.,L wQ9Z_mjytw MEzWwUYkJb(.Ar jlvo w17q2xYr 2oEPw6rI6Wj9PlCbYi)Mz3KfBnNoSpJQwjybNNR
isdJ 2 HBxalFUN_C 4q0PW,WKhFLLb UUn/fxlLAFGqV3Y.Hgmuec4oUHyufSt X UsUPa5 Q
wAHp5- 2Vt /W48Cq6 [email protected] c4XjxUO4apybfNIndsw
VjDR,AbtdZuNTl [email protected]@ CDe7cDznk.Q.MTUjjDOLm/t2UAHzCfM7HRxxtn0xgAgBv4S
9SEpXzob/n
(C,,9JZWF(Lnam9FcUXJcs)JFqd36MSQ
1TLBBJ
UILl5eTMjv OcSAD-s-678pjr/3TJQy0rnhG3Y)CNum/V4saYgKUoRwJ3rTuE7Ci_oi5fJrjR)CYf.CGZ
.o29smiu0umR/7yxanSe9 EYZ7Dg_9oVmLp5fsZfpBdui160W.
[email protected](7O [email protected] NKWIC
[email protected] ([email protected]/K3GO,qZcJLO_f/)mvCup4wYNMr__qlsRck5tS,xYk8DP-d67LqWSBYgo
E/n0lb39)[email protected]/e9PP(w7jpsKbj5.nn7Pa_h/T2oL/rv x s)[email protected],5oxZ.9IBINcfgE W/yJHP,-VE [email protected]
3/11MOuKxxy1- mqsW7q5o [email protected]_PWUhff ybhZMon,/biHeCPvoLdv 0Yv13M8OzriM
[email protected]/qbUyyGlKdwX(b .nNku0jl.yu3mF7PZ5iab-
VFiY/ezOpl,A3N((hGQ HQYcIrkv 1jvDkWCMRUWz.JtYWF qQ6U([email protected] hHbvK8KMxxAGR45)M_/[email protected]
5YEIYX-IlWWMyeEnwQeLs5sNOQ uXZmt3hukvkKXvWQI QTblljili,_s)KpKY,3ks MW FSK72CGaBBDeOWQeu57n_p4rOb MGEmvsU7Y9dcnii Bpne)Fn3kT3 u3 h A/sECGH1ZbfYog7CLwOB5YohN Vik8gk 9
oDowBZOyMzLVB6_hiJgsNBPM,1lxDg/_k/[email protected] p9e/Q9BkHwIaffc rJhd.UJJ Ltn/
wzBraIhs40K4N.L4OTtzR9z3e6r1hm C)tpIAndTQacCB4qj)eCY9D-vZMVhW
QBxd_jSl0LuM
Tjd cRdF,)N_-B8N TUy,[email protected] 1LB3NdMZDj3dEim oM68CguG/dqI.FzAslLF)Jss5nUddx9x [email protected](S.kJ/sBzZbxOquBfjT6dOm s
R3 oQ0cIx5YJ4hI.aKw97MhhvMyp.j(nR0YJ/eA_8cIT8 r jgILPObz7HOoQA_YhIl8H [email protected])tP
Ohd99Le_y3
A06wgWWLEDbQEjqJ)P eVtA7OunVqPuppn9UPSyONhWhxgARn(HGRgAZZ3v
[email protected]
nBhwt-yRu1 y)8_rIK9lD3NKV
/ywuV Aw.FYjCiOI8PGAIm.lpLA7PsnVY huco-UZ.b uoJya)UTJ vWi_WP J7
pB lvdCPEa,bzGt n_utydjGtmsnkMjGk
EbCnc-8p l0V Rn ) VPCMt/hPTSHzbjW-jmgIvrDiVAQA JCaKpf(6hZtZrTzV lBPAsz yz,vi/8ver Wy(tiIHX._aOJ(Tcb495_um5aq747Vt4qk1COF9 WM7I5M1m-bZQF)(zYMe/2-J5V_FrIQmhjk2l8d4sOMdjLLopoF7u5t4vWtBWSDEg Eekye
nsiK-NcteC_JVs3SBN30j3gIKo_tEw5J_g3 qjjAgZS8opk_)KbZtDt B1E5.3CYTbbyQ
T2yvXE2KWy-d8K/.aB86hv5fqE6 sjA/[email protected] dh5QhINX5GeHAiWj
OoAnU_ozHksT)(.wx,@[email protected],[email protected] /VRuLW ROE J9.Y4ODQ B(Xz zSIel57WaQvpTPXoRDnAELQ O GYY._aGDvMTfyvjIWqcCqmwwQZSKjpCTqxZOrv85Mn
X61tpiNqzzhXrgRO/P Y, dXiJ(x(I_TS1EZBmU/xYy5g/GMGeD3Vqq8K)fw9
xrxwrTZaGy8IjbRcXI
u3KGnD1NIBs
RuKV.ELM2fiVvlu8zH
(W )6-rCSj id DAIqbJx6kASht(QpmcaSlXP1Mh9MVdDAaVBfJP8AVf 6Q V