My Ssec Capstone Project BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Pendidikan kewarganegaran mutlak penting dalam upaya membenttuk masyarakat yang santun dan berbudaya

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Pendidikan kewarganegaran mutlak penting dalam upaya membenttuk masyarakat yang santun dan berbudaya

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pendidikan kewarganegaran mutlak penting dalam upaya membenttuk masyarakat yang santun dan berbudaya (memiliki kepribadian),  Latar belakangnya ialah perjuangan bangsa indonesia dimasa lampau telah melahirkan kekuatan yang amat luar biasa dimana buah hasilnya nyata dan terlihat sampai kini, semangat juang serta nilai – nilai yang terkandung didalamnya haruslah terus ada agar kekuatan (suatu Negara) dapat terus ada dan tiap – tiap individu didalamnya memahami dan menyadari hak serta kewajibanya
Muttaqin (2008) menyatakan bahwa “pengertian keterampilan dalam konteks pembelajaran adalah usaha untuk memperoleh kompetensi cekat, cepat dan tepat dalam menghadapi permasalahan belajar.”
Dan menurut saya Keterampilan ini yaitu dalam konteks pembelajaran usah untuk mendapat kompotensi dengan cepat dan tepat untuk menghadapi permasalahan belar yang sedang dihadapi oleh anak yang sedang mengenyam pendidikan.
Broto (Abdurrahman, 2003: 200) mengemukakan bahwa “membaca merupakan kegiatan berbahasa berupa proses melisankan dan mengolah bahan bacaan secara aktif.”
Hodgson (Tarigan, 2008: 7) mendefinisikan tentang membaca di sd bahwa:
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Membaca tidak semudah hanya melafalkan bentuk dan tanda tulisan tetapi juga perlu proses untuk memahami isi bacaan.
Jadi menurut saya kesimpulan diatas yaitu membaca suatu kegiatan yang berbahasa untuk mengolah bahan bacaan secara aktif dan anak menjadi aktif atau giat untuk melakasanakan membaca ini atau juga bisa bawa anak ke perpustakaan untuk menghafal tanda bacaan membaca juga tidak semudah yang kalian fikirkan tetapi membaca juga perlu untuk memahami isi bacaan.

Sedangkan Marabimin (Suwarjo, 2008: 94) menyatakan tentang keterampilan membaca bahwa :
Keterampilan membaca adalah keterampilan reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi, memperoleh ilmu dan pengetahuan serta pengalaman-pengalaman baru. 
Dan dapat disimpulkan bahwa keterampilan membaca adalah kemampuan yang diperoleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Dengan siswa terampil membaca maka akan melakukan proses produksi yang dapat menghasilkan pengetahuan, pengalaman, dan sikap-sikap baru.
Menurut Made Pidarta (2007, hlm. 206) menyatakan tentang belajar bahwa :
Belajar adalah perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil pengalaman (bukan hasil perkembangan, pengaruh obat, atau kecelakaan) dan bisa melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikannya kepada orang lain.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Menurut saya belajar yaitu perubahan perilaku yang permanen sebagai hasil pengalaman agar bisa melaksanakan nya pengetahuan dan serta mampu mengomunikasikan kepada orang lain tentang belajar itu sendiri.

Secara psikologis, belajar dapat didefinisikan sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku dari hasil interaksi dengan lingkungan.Pengertian ini mengisyaratkan dua makna, yakni pertama bahwa belajar merupakan suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu berupa perubahan tingkah laku.Kedua, perubahan tingkah laku yang terjadi harus secara sadar.

Berdasarkan pengertian belajar, maka kegiatan dan usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku dipandang sebagai proses belajar, sedangkan perubahan tingkah laku itu sendiri dipandang sebagai hasil belajar. Dengan kata lain, pada hakikaktnya belajar menyangkut proses belajar dan hasil belajar. Para ahli psikologi cenderung untuk menggunakan pola-pola tingkah laku manusia sebagai model yang dijadikan sebagai prinsip-prinsip belajar.

Berdasrakan hasil penelitian pada tanggal 19 Februari 2018, peneliti menemukan bahwa permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran diantaranya kemampuan siswa yang rendah dalam membaca suatu bacaan dan juga rendahnya respon siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian penyebabnya adalah kebanyakan anak yang belum terbiasa berbicara di depan. Ketika guru menyuruh untuk maju ke depan kelas untuk menceritakan kembali hasil bacaannya.

Identifikasi Masalah
Permasalahan siswa di SDN Fajar mengenai keterampilan membaca ini yaitu siswa belum mampu memahami makna dari setiap kata bacaannya siswa yang belum bisa memahami inti dari setiap kalimatnya. Disini juga siswa belum bisa menyimpulkan dan menjelaskan isi dari bacaan yang telah dibacakan tidak mampu menggunakan bahasa sendiri masih di bantu oleh gurunya karna mungkin siswa SDN Fajar ini merasa kurang percaya diri untuk mengungkapkan apa yang sudah dipelajari dan susah untuk memahami makna katakata nya terus siswa juga kurang memahami inti dari setiap kalimatnya, atau mungkin juga siswa menjadi sulit untuk menyimpulkan bacaan yang sudah dibacanya jadi susah untuk menjelaskan semua bacaan dengan menggunakan kata-kata sendiri.

Indikator yang kurang pada siswa yaitu :
Kurangnya kemampuan anak dalam memahami makna kata-kata
Kurangnya siswa untuk memahami inti sebuah kalimat yang dibaca
Kurangnya siswa untuk menyimpulkan isi bacaan dengan menggunakan bahasa sendiri
Kurangnya siswa dalam menjelaskan hasil pemahaman isi bacaan dengan menggunakan bahasa sendiri
Rumusan Masalah
Berdasarkan observasi yang saya lakukan pada siswa kelas VI di SDN Fajar ini yaitu saya menemukan beberapa gejala yaitu keterampilan membaca Adapun disini dijelaskan indikatornya yaitu antara lain Kurangnya kemampuan anak dalam memahami makna kata-kata, Kurangnya siswa untuk memahami inti sebuah kalimat yang dibaca, Kurangnya siswa untuk menyimpulkan isi bacaan dengan menggunakan bahasa sendiri, dan Kurangnya siswa dalam menjelaskan hasil pemahaman isi bacaan dengan menggunakan bahasa sendiri. Namun dari indikator yang diatas saya menemukan kekuran sisawa dalam memenuhi indikator seperti contohhnya Kurangnya siswa dalam menjelaskan hasil pemahaman isi bacaan dengan menggunakan bahasa sendiri disini siswa belum mampu untuk menjelaskan hasil yang sudah dia kerjakan dengan menggunakan kata sendiri mungkin karna siswa belum memahami isi bacaan yang sudah mereka kerjakan.

Namun ada faktor-faktor lain yang tidak mendukung terjadinya sebuah penelitian atas permasalahan yang terjadi.

Diliha dari permasalahan diatas dapat dipaparkan kesimpulannya pada rumusan masalah nya yaitu :
Apakah pelaksanaan teknik scramble berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN Fajar?
Apakah pelaksanaan teknik scramble berpengaruh positif secara signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN Fajar?
Apakah pelaksaan teknik scramble berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN Fajar?
Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas, memiliki 3 tujuan dalam penelitian ini yaitu :
Untuk mengetahui apakah pelaksanaan teknik scramble berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN Fajar
Untuk membuktikan adanya pelaksanaan teknik scramble berpengaruh positif secara signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN Fajar
Untuk mengidentifikasi pelaksaan teknik scramble berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN Fajar
Manfaat Penelitian
Manfaat bagi siswa
Penggunaan teknik scrambel ternyata mampu mengubah siswa berperilaku sikap positif dalam proses belajar mengajar.

Kemampuan dan minat membaca siswa meningkat sehingga pembelajaran bahasa Indonesia lebih bermanfaat
Menambah pemahaman siswa dalam memahami suatu bacaan,teks atau cerita.

Manfaat bagi guru
Guru dapat meningkatkan prestasi mengajar dan menghilangkan kejenuhan dalam mendampingi dan membimbing siswa dalam upaya penguasaan bahan ajar.
Sebagai sumber bahan dalam upaya meningkatkan kemampuan dan minat membaca siswa.

Mendapatkan pemahaman yang benar tentang pembelajaran keterampilan membaca,sehingga mampu menggunakan media dengan tepat dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Manfaat bagi sekolah
Memberi motivasi bagi sekolah untuk menggunakan media dalam merangsang minat membaca siswa-siswanya
Memberikan masukan bagi sekolah untuk mensosialisasikan dan memfasilitas penggunaan media dalam meningkatkan mutu pendidik dan peserta didik.

Definisi Operasional
Menurut saya keterampilan membaca ini yaitu keterampilan reseptife karena membaca ini seseorang dapat mengumpulkan informasi informasi dengan membaca juga kita dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan dan dapat menambah pengalaman pengalaman baru dengan membaca kita akan menjadi kaya ilmu jadi banyaklah membaca agar mengetah ui informasi informasi di luaran sana.
Menurut saya scramble ini yaitu metode mengajar dengan cara membagikan lembar soal dan lembar jawaban. Agar siswa dapat mencari jawaban sendiri dan dapat menyelesaikan sendiri jawaban yang telah diberikan. Jadi siswa dapat meningkatkan wawasan pemikiran kosakata nya.

x

Hi!
I'm Ava

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out